Kamis, 28 Juli 2011

Samar

Samar




Be your self

Cintaku
Tak pupus oleh waktu
Tak lekang sebab keadaan
Seraut wajah ,manìs telukis dalam hati
Kelu lidah kala beradu tatap
Lemah pasrah lunglai di pelukmu
Ada rasa tak terungkap
hanya mampu memberi arti
Indah hadirmu tak mampu ku tepis
Kala senja menjelang ,tiada yg ku nanti selain hadirmu
Ku temukan damai kala gurau menyapa
Ku temukan bahgia saat terucap kata cinta
Tak mampu ku mengelak walau sekelìp mata
Tiap angan coba beralih ku tejatuh dalam perangkap bayangmu
Untaian rasa yang samar
Jauh di sanubari terselip rasa
Rasa yang ku mengerti tapi tak ku fahami
Orang bilang namanya” cinta”
Samar tapi teramat kuat mengendalikan
Langkah kaki, tatap mata juga segenap indera terìkat tak terurai
Mengikuti tiap harapanmu
Aku milikmu
Adakah terasa juga yangg di sana
Mungkìn iya dan mungkin pasti iya
Terajut cinta pandang petama besemi waktu demi waktu
Hingga tak mampu ku berpaling

http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/07/26/samar/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar